Kompetensi Lulusan

| 08-09-2014   10:51:51 WIB

Kompetensi lulusan Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia dirumuskan merujuk kepada Kurikulum Inti Pendidikan Diploma III Kebidanan Kementerian Kesehatan RI tahun 2011 dan Peraturan Presiden nomor 8 tahun 2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang bermaksud membuat sebuah kerangka pengakuan kompetensi dengan cara menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.  Khusus untuk kompetensi pendidikan tinggi diatur lebih detil dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), dimana salah satu pasalnya menyebutkan bahwa visi dan misi lembaga juga menjadi rujukan kompetensi lulusan.

Kompetensi lulusan Program Studi Diploma III Kebidanan terbagi menjadi 3 jenis, sesuai dengan keutamaannya yaitu kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya, sebagai berikut:

A.     Kompetensi Utama:

  1. Mampu berperilaku profesional, beretika dan bermoral serta tanggap terhadap nilai sosial dan budaya dalam praktik kebidanan.
    1. Melaksanakan praktik kebidanan dengan berpedoman pada profesi, kode etik kebidanan dan undang-undang/peraturan yang berlaku.
    2. Menghargai perempuan dan keluarganya tanpa membedakan status sosial, budaya dan tradisi yang diyakininya.
    3. Menjalin kerjasama sebagai tim kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan dalam pelayanan kebidanan.
    4. Menghargai keputusan perempuan terkait dengan kesehatan reproduksinya.
    5. Menjaga privacy dan kerahasiaan perempuan terkait dengan kehidupan dan kesehatan reproduksinya.
    6. Membantu perempuan dalam mengambil keputusan mengenai kesehatan reproduksinya dengan prinsip pemberdayaan.

 

2. Mampu melakukan komunikasi efektif dengan perempuan, keluarga, masyarakat  sejawat dan profesi lainnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan.

  1. Berkomunikasi dengan tepat selama memberi asuhan baik secara lisan, tertulis atau melalui media elektronik dengan mengutamakan kepentingan pasien dan keilmuan dalam praktik kebidanan.
  2. Melibatkan stakeholders terkait dalam pemanfaatan sarana dan prasarana yang dapat menunjang ketercapaian informasi kesehatan secara luas dan efektif kepada individu, keluarga dan masyarakat diwilayah kerjanya.
  3. Menjalin kerjasama dengan profesi lain dalam memberi pelayanan kebidanan kepada perempuan.

 

3. Mampu memberikan asuhan kebidanan secara efektif, aman dan holistik dengan memperhatikan aspek budaya terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan kesehatan reproduksi pada kondisi normal berdasarkan paraktik kebidanan dan kode etik profesi.

  1. Menjelaskan fisiologi manusia yang berhubungan dengan siklus alamiah pada sistem reproduksi.
  2. Mengumpulkan data yang akurat sesuai keadaan klien.
  3. Menginterprestasikan data berdasarkan temuan dari anamnesis, dan riwayat pemeriksaan secara akurat.
  4. Menyusun rencana asuhan bersama klien sesuai dengan kondisi yang dialami.
  5. Melaksanakan tindakan kebidanan sesuai dengan perencaan.
  6. Melakukan evaluasi asuhan kebidanan.
  7. Mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan.

4.  Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan sesuai dengan kewenangannya.

  1. Melakukan penilaian kondisi klien yang berkaitan dengan kegawatdaruratan.
  2. Menentukan keputusan klinis yang berkaitan dengan kegawatdaruratan.
  3. Melakukan penanganan kegawatdaruratan pada kasus maternal dan neonatal yang relevan.
  4. Melakukan kolaborasi dan rujukan pada kasus yang memerlukan penanganan diluar kewenangan.
  5. Melakukan evaluasi tindakan kegawatdaruratan kebidanan.
  6. Mendokumentasikan tindakan kebidanan yang diberikan.

5. Mampu melakukan upaya upaya promotif, preventif, deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan kebidanan.

  1. Mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat.
  2. Melakukan advokasi, kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Melakukan kerja sama dalam tim untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat dalam lingkup kesehatan reproduksi.
  4. Melakukan pendidikan kesehatan dan konseling dalam lingkup kesehatan reproduksi.
  5. Melakukan deteksi dini yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

 B.     Kompetensi Pendukung :

Mempunyai kemampuan mengelola kewirausahaan dalam pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawabnya.

  1. Mengelola pelayanan kebidanan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.
  2. Memimpin dan mengelola usaha jasa pelayanan dan praktik kebidanan secara mandiri maupun berkesinambungan.
  3. Melakukan manajemen risiko dalam pelayanan kebidanan.
  4. Melakukan penjaminan mutu layanan kebidanan.

C.     Kompetensi Lainnya

  1. Kemampuan memahami hukum, norma, nilai, baik sebagai profesional, akademisi, maupun warga negara indonesia. Khususnya sebagai Bidan berkarakter Aceh yang Islami.